Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Forum Kepakaran Indonesia Gelar Diskusi Publik Bertema Kerangka Mewujudkan Kesejahteraan dan Keberlanjutan di Bidang Perikanan Menuju Indonesia Emas 2045 Secara Detail

Menjelang HUT DKI Jakarta ke-499, Ketum AsMEN Cetuskan Gagasan Indonesia Bebas Utang Secara Detail

Optimisme untuk Indonesia: Gagasan Amich Alhumami pada Peringatan 1 Syuro 1448 H. Al Zaytun Secara Detail

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Kreasi Media
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
Kreasi Media
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
You are at:Home»Terkini»FKI Dorong Reformulasi Food Estate Berbasis TORA untuk Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional Secara Detail
Terkini

FKI Dorong Reformulasi Food Estate Berbasis TORA untuk Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional Secara Detail

penulisBy penulis5 Juni 2026 6:00 AM013 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

JAKARTA – Forum Kepakaran Indonesia (FKI) menggelar forum diskusi publik bertema “Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045” yang diselenggarakan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan siaran langsung dari Studio Intel, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Prof. Dr. Ir. Edi Sugiono, SE., MM., yang juga Dekan Universitas Nasional, dengan menghadirkan tiga narasumber, yakni Ketua FKI Dr. Risman Pasaribu, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Ujang Maman, M.Si., serta Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Dr. Drs. Supriatna, MT.

Reformulasi Food Estate Berbasis TORA
Dalam sesi pemaparan, Guru Besar Program Magister Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ujang Maman, M.Si., mengusulkan reformulasi kebijakan food estate berbasis Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) sebagai strategi memperkuat swasembada dan kedaulatan pangan nasional.

Ia menyebut Indonesia telah mencapai swasembada beras pada 2025, dengan produksi sekitar 34,69 juta ton atau melampaui kebutuhan konsumsi nasional yang berada di kisaran 31,1 juta ton. Pada 2026, ketersediaan beras diproyeksikan mencapai 47,1 juta ton.

Namun demikian, ia menilai capaian tersebut masih rentan karena belum ditopang keberlanjutan lahan pertanian.

“Keberhasilan swasembada pangan saat ini perlu diperkuat dengan kebijakan yang mampu menjamin keberlanjutan lahan pertanian sebagai fondasi utama produksi pangan nasional,” ujar Ujang.

Ia menegaskan, ketahanan pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan dan keterjangkauan, tetapi juga harus mencakup kemandirian dan kedaulatan pangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah alih fungsi lahan yang terus terjadi serta lemahnya implementasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Kondisi tersebut diperparah dengan menurunnya daya dukung lahan dan tekanan lingkungan di sejumlah wilayah.

Untuk itu, ia menawarkan model food estate yang diintegrasikan dengan program TORA melalui sistem kemitraan antara negara dan petani.

“TORA tidak hanya diberikan kepada individu, tetapi juga dapat dikelola kelompok seperti koperasi, gabungan kelompok tani, hingga pesantren yang memiliki kapasitas produksi,” katanya.

Ia juga menekankan perlunya penguatan data lahan, infrastruktur pertanian, teknologi tepat guna, serta koordinasi lintas kementerian agar kebijakan berjalan efektif.

Kritik dan Sorotan Ketahanan Pangan
Ketua FKI, Dr. Risman Pasaribu, dalam kesempatan tersebut menyoroti bahwa ketahanan pangan tidak hanya terbatas pada komoditas beras, melainkan mencakup berbagai sektor pangan lainnya.

Ia menilai Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar, namun masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang stabil.

“Fakta di lapangan menunjukkan harga beras masih mengalami kenaikan dan belum sepenuhnya stabil,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya regulasi sumber daya manusia di sektor pertanian, penguatan sistem irigasi, serta kebijakan pupuk yang dinilai masih menjadi beban bagi petani.

Menurutnya, pemerintah perlu lebih serius dalam mengoptimalkan potensi daerah, termasuk pengelolaan lahan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Sorotan Lingkungan dan Teknologi Pertanian
Sementara itu, Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Dr. Supriatna, MT., yang hadir secara daring, menyoroti dampak alih fungsi lahan terhadap risiko bencana lingkungan seperti erosi dan longsor.

Ia menegaskan pentingnya pemetaan pola curah hujan untuk menentukan wilayah yang cocok bagi pengembangan pertanian secara presisi.

“Pola hujan di berbagai daerah dapat diprediksi, sehingga penentuan lokasi pertanian bisa lebih tepat dan mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya teknologi penyimpanan hasil panen, seperti silo, untuk menjaga kualitas gabah agar lebih tahan lama.

Menurutnya, kombinasi antara pemanfaatan teknologi, pemetaan lahan yang tepat, serta pengelolaan produksi dapat memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleRekomendasi Guru Besar dan Cendikiawan Indonesia dengan tema “Transformasi Revolusional Pendidikan Berasrama Menuju Indonesia Raya Abadi” Secara Detail
Next Article Simposium Nasional Al-Zaytun Rumuskan Konsep Pendidikan Berasrama untuk Indonesia Emas 2045 Secara Detail
penulis

Related Posts

Forum Kepakaran Indonesia Gelar Diskusi Publik Bertema Kerangka Mewujudkan Kesejahteraan dan Keberlanjutan di Bidang Perikanan Menuju Indonesia Emas 2045 Secara Detail

19 Juni 2026 5:48 AM

Menjelang HUT DKI Jakarta ke-499, Ketum AsMEN Cetuskan Gagasan Indonesia Bebas Utang Secara Detail

18 Juni 2026 8:00 PM

Optimisme untuk Indonesia: Gagasan Amich Alhumami pada Peringatan 1 Syuro 1448 H. Al Zaytun Secara Detail

17 Juni 2026 3:51 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Dukung Agenda Pembangunan Nasional, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Beri Apresiasi kepada Presiden Prabowo

6 Juni 2026 11:05 AM4 Views

50 Guru Besar Deklarasi Pendidikan Indonesia Raya Abadi demi Transformasi Pendidikan Abad ke-22 Secara Detail

5 Juni 2026 8:51 AM2 Views

Rekomendasi Guru Besar dan Cendikiawan Indonesia dengan tema “Transformasi Revolusional Pendidikan Berasrama Menuju Indonesia Raya Abadi” Secara Detail

5 Juni 2026 5:01 AM2 Views
© 2026 kreasimedia. Designed by kreasimedia.
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.